Sabtu, 25 Februari 2012

MoonLight


Semua bermula dari langkahku yang mulai surut ditengah jalan. Nafasku terengah saat aku berpikir ini langkah terakhirku. Aku menghakimi diriku karena merasa semua pengadilan dunia ini sangat tidak adil bagiku. Aku bahkan tidak percaya dengan cinta! Terkadang aku bingung, aku buta atau mati rasa, melihat mereka yang begitu mengagungkan cinta. Cinta yang tidak terlihat tapi bergetar hebat didasar relung mereka yang mengasihi. Aku tetap terdiam, labil, tak berdenyut. Apa ada yang salah denganku? Memang ada yang salah.
Ditengah kegetiran tak berujung itu, aku menemukanmu. Kamu berada diujung jalan itu. Melihatku dengan penuh ketenangan. Berbicara lewat pancaran matamu yang teduh, menyuarakanku untuk terus melangkah. Melangkah kearahmu dengan pasti.
Salahku tidak mendengarkanmu dari awal. Aku menolak tanpa berpikir. Ternyata kamu yang memperkenalkanku dengan cinta yang orang-orang rasakan. Senyummu tidak pernah surut. Entah kenapa, ketenanganmu malah menyentuh dengan sesuatu yang berbeda. Saat itu, bayanganmu dimataku seakan bersinar. Ada cahaya yang begitu tenang untuk kuikuti. Perlahan kamu pun membantuku untuk bernafas. Kamu menggenggam tanganku selalu tanpa keraguan. Kamu adalah bagian dari hidupku yang tidak akan pernah kutinggalkan sejenak.
Kadang aku melonjakkan emosi yang ada didadamu. Kadang aku membuatmu tidak kuat menghadapiku. Kadang aku membuatmu ingin membiarkanku terdiam sendiri dalam amarahku. Kadang aku mengguncangkan nada suaramu yang kokoh. Dan kadang aku, hampir membuatmu menyerah dengan keadaan.
Tapi jauh dari semua tingkah keanak-anakanku, kamulah yang selalu memeluk hatiku yang kaku, hatiku yang egois, hatiku yang keras. Kamulah yang selalu membuatku berpikir jauh lebih baik kedepan setiap detiknya. Hanya kamu yang mampu melakukannya.
Sekarang langkahku tidak pernah terhenti walau sekalipun. Hanya dengan membayangkan aroma tubuhmu, aku selalu berusaha bangkit untukmu. Untukku. Untuk kita. Dan Untuk mimpiku.
Kamu penyemangatku. Kamu hidupku. Kamu Nadiku. Kamu waktuku. Kamu Pacarku. Pacar Satu Tahun Tujuh Bulan 3 minggu ku. Love U dear. More than you know.