Jumat, 04 Februari 2011

Masih Buram Ternyata..

Saya masih bingung arah cobaan ini akan berhembus kemana dan berakhir dimana. Saya mulai berdiri untuk menerima dengan terus bersyukur masih diberi peringatan oleh Nya. Tapi semakin saya tersadar semakin berat rasanya. Setiap ada titik terang, disitulah muncul titik hitam yang lebih dominan menutupi permukaan. Saya semakin tidak jelas melihat jalan keluarnya. Saya merunduk titik-titik laknat itu memenuhi pelipis mata saya. Apa sebenarnya ini? Ini ganjaran kami yang kurang bersyukur? Apakah ini ganjaran buat kami yang tidak sering menyebut namaNya, memuji utusanNya? Ataukah ini imbalan buat kami yang tidak tepat waktu mengerjakan perintahmu?
Baiklah, saya menutup mulut untuk mengeluh dan membandingkan amalan saya dengan orang lain. Tapi yang saya tanyakan hanya, kenapa cobaan ini durasinya lama sekali? Mungkin saya butuh petunjuk, hal apa yang masih kurang saya kerjakan. Biar saya mengerti apa yang harus saya perbaiki.
kalau tidak saya dikasih pilihan untuk melakukan penawaran saja. Masalah ini saya yang tanggung sendiri, asalkan orang tua saya, adik-adik saya tidak merasa sakit dengan cobaan yang memutilasi satu per satu tingkat kesadaran kami. Rasanya lebih sakit mengetahui mereka tersakiti, dibanding saya yang hilang kesadaran penuh memikirkannya.
Saya berharap bisa menemukan ujung dari cobaanMu ini, Ya Rabb.
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar